Ilustrasi Qris (Foto : Qris.id)
QRIS Mengglobal: Langkah Digital Indonesia Menghubungkan Dunia
LOKUSNEWS.ID, Jakarta — QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) tengah melangkah lebih jauh melintas batas negara. Setelah sukses diterapkan di Malaysia, Singapura, dan Thailand, QRIS tengah bersiap “go international” ke Arab Saudi dan China — sebuah lompatan penting yang tak hanya membuka peluang bisnis, tapi juga menjadi kebanggaan teknologi buatan Indonesia.
Rencana uji coba QRIS di Arab Saudi dan China memang tengah dimatangkan oleh Bank Indonesia (BI). Tak berhenti di situ, Jepang juga dijadwalkan melakukan uji coba QRIS mulai 17 Agustus 2025 — sebuah momentum yang tak kalah penting, seiring peringatan kemerdekaan Indonesia.
Langkah tersebut bukan tanpa tantangan. QRIS tengah disorot, termasuk oleh Amerika Serikat, yang tengah bergelut mencari standar pembayaran digitalnya sendiri. Tapi hal itu tak menyurutkan langkah BI. “Net inbound lebih positif, paling banyak terjadi di sektor makanan dan minuman, hotel dan restoran, juga transportasi,” ujar Dicky, perwakilan Bank Indonesia, saat memberikan keterangan, Jumat (13/6).
Dicky juga menyebut sinergi pemerintah, perbankan, dan para pelaku usaha turut mendorong QRIS melangkah lebih jauh. Dalam catatan Mesah Roni Ginting, Head of Retail Digital Product BNI, terjadi pertumbuhan lebih dari 200% untuk transaksi QRIS dari kawasan ASEAN per April 2025 — sebuah lonjakan yang tak dapat diabaikan.
Selain volume, nilai transaksinya juga melambung. Dalam triwulan pertama 2025, QRIS mencapai 2,6 miliar transaksi, naik hampir 600% dari tahun sebelumnya, dengan total nilai Rp 262,1 triliun — melesat 150%. Penggunanya juga terus bertambah, mencapai 56,3 juta, dan merchant yang bergabung mencapai 38,1 juta, yang didominasi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Hingga Maret 2025, pengguna QRIS alhamdulillah mencapai 56,3 juta, dan sebagian besar merchant berasal dari kalangan UMKM. Ini sebuah momentum penting untuk mendorong transformasi digital dan pemerataan ekonomi,” ujar Sri Noerhidajati dari BI, seperti diberitakan Antara.
Sejak pertama diluncurkan pada 2020, QRIS memang melesat bak roket. Transaksinya naik dari Rp 226 triliun pada 2023 menjadi Rp 659,933 triliun di 2024 — dan terus melambung di 2025.
Bagi QRIS, visi untuk menjadi solusi pembayaran yang mendunia bukan hanya mimpi, tapi tengah menjadi kenyataan. Langkah ekspansinya menjadi peluang penting untuk mendekatkan Indonesia ke tengah peta perekonomian digital global — sambil memberikan kemudahan dan keamanan bagi pelaku usaha, pedagang, dan masyarakat luas.
Ikuti Kami