Sambutan Ketua Terpilih DPC HNSI Kota Balikpapan Gasali
Gasali Terpilih sebagai Ketua DPC HNSI Balikpapan, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan
LOKUSNEWS.ID, Balikpapan, 22 Juni 2025 — Musyawarah Cabang (Muscab) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Balikpapan resmi digelar pada Senin (22/6) dan menetapkan Gasali sebagai Ketua DPC HNSI Kota Balikpapan periode 2025–2029.
Tak asing di telinga masyarakat Balikpapan, Gasali bukan hanya wajah di balik meja parlemen. Sebagai Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi Golkar, ia kerap turun ke lapangan, menyapa nelayan, mendengar keluh kesah mereka tanpa sekat. Kini, ia memikul tanggung jawab baru sebagai Ketua DPC HNSI Balikpapan — sebuah peran yang menurutnya bukan beban, tapi panggilan.
“Dengan adanya Muscab HNSI Cabang Balikpapan ini tentu ada harapan baru untuk menaungi keluarga besar nelayan dan bersinergi dengan pemerintah agar program-program sejalan dengan kesejahteraan nelayan,” ujar Gasali dalam sambutannya, penuh ketegasan dan semangat.
Musyawarah Cabang ini dipimpin langsung oleh Sekretaris DPD HNSI Kalimantan Timur, Hasrun Jaya, yang secara khusus hadir untuk memastikan jalannya forum sesuai dengan amanat organisasi. Peserta Muscab terdiri dari unsur perwakilan DPD HNSI Kalimantan Timur, masyarakat pesisir dan nelayan Balikpapan, serta sejumlah pengurus HNSI Kota Balikpapan. Suasana musyawarah berlangsung khidmat namun penuh semangat, mencerminkan keinginan kuat dari seluruh pihak untuk memperkuat peran HNSI dalam memperjuangkan kepentingan nelayan di daerah.
Acara Muscab yang digelar Senin (22/6) itu bukan sekadar rutinitas organisasi. Lebih dari itu, ia menjadi momen refleksi dan arah baru bagi komunitas pesisir yang selama ini berjalan dengan keterbatasan. Para tokoh nelayan, perwakilan pemerintah, dan pengurus DPD HNSI Kalimantan Timur berkumpul bukan hanya untuk memilih pemimpin, tetapi untuk membangun tekad bersama.

Sebagai legislator, Gasali membawa perspektif unik. Ia paham alur kebijakan, namun juga mengerti denyut nadi keseharian nelayan. Salah satu langkah awal yang dijanjikannya adalah membentuk kepengurusan hingga tingkat ranting. Bukan formalitas, tapi sebagai saluran komunikasi yang aktif antara nelayan dan kebijakan negara.
“Insya Allah, dengan terbentuknya kepengurusan ini kami akan membentuk kepengurusan sampai tingkat ranting. Tujuannya agar semua masyarakat nelayan benar-benar diperhatikan dan mendapatkan informasi program-program kenelayanan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah,” jelasnya.
Gasali menyadari bahwa tantangan nelayan hari ini tak hanya soal ombak dan angin. Mereka menghadapi ketidakpastian harga, akses bahan bakar, modernisasi alat tangkap, dan bahkan ketimpangan informasi soal bantuan dan pelatihan. Ia ingin HNSI bukan hanya menjadi nama, tetapi menjadi gerakan.
“Harapan kami, semoga HNSI Cabang Kota Balikpapan ke depan dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan nelayan,” ujarnya menutup sambutan.
Kini, setelah terpilih, tugas berat menanti. Namun Gasali tak sendiri. Di belakangnya, ada harapan ratusan nelayan yang menggantungkan hidup pada laut. Ada suara-suara lirih dari kampung pesisir yang menunggu uluran perhatian. Dan ada cita-cita besar: menjadikan Balikpapan tak hanya sebagai kota industri, tapi juga kota yang berpihak pada nelayan.
Di bawah kepemimpinannya, HNSI Balikpapan bersiap berlayar ke babak baru. Dengan angin kebijakan yang bersahabat dan kemudi yang jelas, harapan itu, pelan-pelan, mulai terasa nyata.
Ikuti Kami