Arsip Foto : Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, berbicara selama pertemuan di Teheran. Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA/Reuters
Khamenei Peringatkan AS: Serangan ke Iran Bisa Picu Konflik Regional
LOKUSNEWS.ID, Teheran – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait potensi eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa setiap serangan terhadap Iran berisiko memicu perang berskala regional.
Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei saat berpidato di hadapan ribuan pendukung di pusat kota Teheran, Ahad (1/2/2026), bertepatan dengan peringatan kembalinya Ayatollah Ruhollah Khomeini dari pengasingan pada 1979 momen penting yang menandai lahirnya Revolusi Iran.
“Jika mereka memulai perang kali ini, maka itu tidak akan terbatas. Itu akan menjadi perang regional,” ujar Khamenei, seperti dikutip Al Jazeera.
Dalam pidatonya, Khamenei menuduh Amerika Serikat berambisi menguasai Iran dan sumber daya strategisnya, khususnya minyak dan gas alam. Ia juga menyinggung gelombang protes anti-pemerintah yang terjadi belakangan ini, yang menurutnya bukan sekadar unjuk rasa, melainkan upaya terorganisasi untuk menggoyang stabilitas negara.
Pemimpin berusia 86 tahun itu menyebut kerusuhan tersebut sebagai bentuk “hasutan” yang menyerupai kudeta, dengan sasaran utama institusi vital negara. Ia menuding adanya serangan terhadap aparat keamanan, kantor pemerintahan, fasilitas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), perbankan, hingga tempat ibadah.
“Target mereka adalah pusat-pusat sensitif yang menjalankan roda pemerintahan,” kata Khamenei. Ia menambahkan bahwa upaya tersebut telah berhasil dipadamkan oleh negara.
Sementara itu, dari Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa komunikasi antara AS dan Iran masih berlangsung. Ia mengisyaratkan adanya peluang kesepakatan guna menghindari konfrontasi militer terbuka.
Pernyataan Trump muncul di tengah pengerahan kekuatan militer AS ke kawasan, termasuk kelompok tempur angkatan laut yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln di perairan dekat Iran.
“Rencananya mereka berbicara dengan kami. Kita lihat apakah ada sesuatu yang bisa dilakukan. Jika tidak, kita lihat saja nanti,” ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News.
Trump juga menyebut pengerahan armada tersebut dilakukan dengan pertimbangan keamanan tinggi, sehingga tidak semua sekutu AS di kawasan diberi informasi rinci terkait langkah tersebut.
Ketegangan antara Teheran dan Washington pun kembali meningkat, memicu kekhawatiran internasional akan kemungkinan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Ikuti Kami