Ilustrasi (Foto : allfishnews.com)
Produksi Perikanan Tangkap Kaltim Capai 199 Ribu Ton, Sumbang Rp 7,3 Triliun Sepanjang 2024
LOKUSNEWS.ID, Samarinda – Sektor perikanan tangkap di Kalimantan Timur mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, total produksi perikanan tangkap – baik dari laut maupun perairan darat – mencapai 199.646 ton, dengan nilai ekonomi sebesar Rp 7,3 triliun.
Data ini menunjukkan bahwa aktivitas perikanan di wilayah pesisir dan sungai Kalimantan Timur terus menjadi salah satu penopang penting perekonomian daerah.
Dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini, Kutai Kartanegara menjadi penyumbang produksi terbesar. Produksi dari laut mencapai 62.147 ton, sementara dari perairan darat mencapai 37.280 ton, dengan total nilai produksi mencapai Rp 3,7 triliun.
Di posisi kedua, Kabupaten Berau membukukan 24.201 ton hasil laut dan 1.776 ton dari perairan darat, menghasilkan nilai produksi sebesar Rp 835 miliar. Selanjutnya, Kabupaten Paser menempati urutan ketiga dengan produksi total 10.902 ton dan nilai ekonomi sebesar Rp 280 miliar.
Beberapa daerah lainnya juga memberikan kontribusi signifikan:
Kota Bontang: 25.069 ton (laut) | Nilai: Rp 1,21 triliun
Kota Samarinda: 11.517 ton (laut) + 3.960 ton (darat) | Nilai: Rp 593 miliar
Kutai Timur: 6.842 ton (laut) + 2.170 ton (darat) | Nilai: Rp 286 miliar
Penajam Paser Utara: 6.745 ton (laut) + 140 ton (darat) | Nilai: Rp 209 miliar
Kota Balikpapan: 5.261 ton (laut) | Nilai: Rp 126 miliar
Kutai Barat: 1.556 ton (darat) | Nilai: Rp 43 miliar
Mahakam Ulu: 71 ton (darat) | Nilai: Rp 7,5 miliar
Secara keseluruhan, angka-angka ini menggambarkan bahwa potensi sumber daya perikanan di Kalimantan Timur masih sangat besar. Tidak hanya wilayah pesisir, namun juga perairan darat seperti sungai dan danau turut menyumbang produksi dalam skala yang cukup signifikan.
Ke depan, optimalisasi pengelolaan perikanan dan penguatan infrastruktur pendukung diyakini menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berbasis sumber daya lokal.
Ikuti Kami