Penangguhan pengiriman ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap aksi militer Israel di Jalur Gaza bagian selatan. Namun, Pentagon telah mencabut penundaan tersebut, dan bom-bom seberat 2.000 pon (sekitar 907 kg) ini diperkirakan akan segera dikirimkan ke Israel. Keputusan ini menjadi perhatian besar dalam hubungan diplomatik AS-Israel, terutama setelah Benjamin Netanyahu memanfaatkan situasi ini untuk menggalang dukungan dari anggota parlemen Republik di AS.
Penundaan pengiriman bom MK-84 diberlakukan oleh pemerintahan Joe Biden pada Mei lalu sebagai respons terhadap kekhawatiran akan korban sipil akibat operasi militer Israel di kota Rafah, Jalur Gaza. Langkah ini memicu krisis diplomatik antara AS dan Israel.
Keputusan untuk Melanjutkan Pengiriman
Pentagon akhirnya mencabut penundaan tersebut pada Jumat (24/1/2025), menyusul pemberitahuan kepada pejabat Israel. Bom-bom yang sebelumnya disimpan di Amerika Serikat ini kini sedang dalam proses pengiriman.
Kritik Donald Trump
Melalui media sosial Truth Social, Donald Trump menyebut bahwa banyak barang yang telah dipesan dan dibayar oleh Israel belum dikirim selama pemerintahan Biden, termasuk bom MK-84. Trump juga menyatakan bahwa pemerintahan Biden memperburuk hubungan bilateral AS-Israel.
Respons Israel
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menggunakan situasi ini untuk menggalang dukungan politik, terutama dari anggota parlemen Republik di AS yang mengkritik kebijakan Biden. Netanyahu menyoroti penundaan ini sebagai langkah yang merugikan hubungan strategis kedua negara.
Dampak Hubungan Diplomatik
aPenundaan pengiriman ini mencerminkan salah satu krisis terbesar dalam hubungan AS-Israel dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait kebijakan militer Israel di Gaza/span>