__temp__ __location__
`
Dukungan PDIP untuk Prabowo Tak Terkait Amnesti Hasto, Dasco: Ini Soal Komitmen Kebangsaan

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Prasetyo Hadi saat berjumpa dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama kedua anaknya pada Kamis (31/7). (Foto: Instagram/@sufmi_dasco)

Dukungan PDIP untuk Prabowo Tak Terkait Amnesti Hasto, Dasco: Ini Soal Komitmen Kebangsaan

LOKUSNEWS.ID, Jakarta – Dalam panggung politik nasional yang terus bergerak dinamis, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menunjukkan sikap kenegarawanan dengan menyerukan dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ajakan tersebut disampaikannya secara terbuka dalam Kongres VI PDIP di Bali, mengundang berbagai spekulasi dan tafsir politik.

Isyarat dukungan itu muncul bersamaan dengan kabar pemberian amnesti terhadap mantan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, yang sebelumnya tersandung kasus dugaan suap. Namun, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dengan tegas menepis anggapan bahwa kedua peristiwa itu saling terkait.

“Tidak ada korelasinya. Bu Mega sudah menyatakan sikap mendukung program-program pemerintah jauh sebelum Kongres berlangsung,” ujar Dasco saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/8).

Menurut Dasco, dukungan Megawati merupakan bentuk tanggung jawab politik PDIP sebagai partai besar yang ingin memastikan arah pemerintahan tetap sejalan dengan kepentingan rakyat. Ia menilai, keberadaan PDIP dalam dinamika nasional bukan semata sebagai oposisi atau mitra koalisi, melainkan sebagai penyeimbang.

"Partai-partai di luar koalisi pun tetap punya ruang untuk memberi masukan. Jadi ini lebih pada semangat kebangsaan, bukan transaksi politik," ujarnya.

Disinggung soal kemungkinan kader PDIP masuk dalam kabinet Prabowo-Gibran, Dasco memilih enggan berbicara. Ia menyerahkan sepenuhnya pada keputusan Presiden dan belum mendengar informasi apapun terkait hal itu.

Sebelumnya, Dasco diketahui menghadiri pertemuan dengan Megawati di Bali, bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Pertemuan tersebut berlangsung sebelum pengumuman amnesti terhadap Hasto. Meski berdekatan secara waktu, Dasco menegaskan bahwa pertemuan itu tidak membahas ihwal hukum atau pembagian kekuasaan.

“Kami hanya menyampaikan pesan Presiden tentang beberapa hal, salah satunya menyangkut Museum Bung Karno dan perkembangan legislasi seperti UU Pemilu. Tidak ada pembicaraan soal amnesti,” tegasnya.

Ia menambahkan, Prabowo juga menitipkan salam dan ucapan selamat atas penyelenggaraan Kongres VI PDIP yang disebutnya sebagai peristiwa penting dalam menjaga stabilitas demokrasi.

Di tengah geliat wacana koalisi dan oposisi, manuver PDIP dan respons Gerindra mencerminkan bahwa politik Indonesia masih menyisakan ruang dialog, di luar narasi pragmatisme kekuasaan. Yang terpenting, menurut Dasco, adalah memastikan roda pemerintahan tetap berpihak pada rakyat.

Khamenei Peringatkan AS: Serangan ke Iran Bisa Picu Konflik Regional
Khamenei Peringatkan AS: Serangan ke Iran Bisa Picu Konflik Regional
Indonesia Mantap Menuju Ekspor Pangan, Swasembada Jadi Landasan Baru
Indonesia Mantap Menuju Ekspor Pangan, Swasembada Jadi Landasan Baru