__temp__ __location__
`
Cowboyz Kota dan Lintasan Ide Segar dari Timur Kalimantan

Ovan Anggono gambar video Clip Cowboyz Kota

Cowboyz Kota dan Lintasan Ide Segar dari Timur Kalimantan

LOKUSNEWS.ID, Samarinda - Di tengah geliat kota Samarinda yang perlahan menampakkan denyut kreatifnya, muncul satu suara dari balik distorsi gitar listrik dan irama beat hip-hop—Ovan Anggono. Solois rap asal Kalimantan Timur ini tak sekadar bermain kata, tapi membawa misi: menyuarakan kesadaran. Dengan genre Conscious Rap sebagai pijakan, Ovan menempatkan musiknya sebagai ruang kritik, ruang refleksi, sekaligus ruang perlawanan terhadap ketimpangan sosial, politik, dan budaya.

Conscious Rap, sebagai subgenre, memang tidak hadir untuk sekadar menghibur. Ia hadir sebagai alarm. Sebagai pengingat akan hal-hal yang sering luput: tentang kelas sosial, ras, identitas, hingga sistem yang tak adil. Menurut Blogs@Baruch, conscious rap justru lahir dari dorongan untuk menyuarakan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. Dan itulah yang coba terus ditanamkan Ovan dalam setiap baris liriknya.

Ovan mulai menandai keberadaannya sejak merilis single perdananya “Bawa Kembali” pada 26 Oktober 2023. Lagu tersebut menjadi semacam pengantar bagi audiens untuk mengenal siapa dirinya dan ke mana ia ingin membawa pendengar lewat musiknya. Namun di rilisan terbarunya, “Cowboyz Kota”, yang hadir pada 23 April 2025, Ovan melangkah lebih jauh.

Terinspirasi dari kehidupan anak motor dan budaya berkendara di kota, Ovan menyajikan lagu ini dengan pendekatan yang tak biasa. Bukan tentang kecepatan, kebut-kebutan, atau gaya hidup penuh kebisingan. Ia justru mengajak kita melihat sisi lain—lebih filosofis, lebih reflektif. “Cowboyz Kota bukan lagu gaya-gayaan, tapi ini gaya hidup,” tegasnya. Lagu ini menjadi perenungan tentang bagaimana manusia modern menghadapi rutinitas, keterasingan, dan pencarian identitas di tengah riuhnya kota.

Dibalut dengan beat khas political hip-hop yang kuat, “Cowboyz Kota” membawa warna baru lewat sentuhan elektrik gitar dari musisi Jeri Rahmadani. Perpaduan ini membuat lagu tersebut terasa hidup dan dinamis, memberi nuansa baru dalam diskografi Ovan. Tak berhenti di sana, untuk mastering, Ovan menggandeng Angga a.k.a SNDSTRZ, produser asal Jawa Timur yang dikenal lewat pendekatan sound-nya yang tajam dan presisi.

Kolaborasi lintas wilayah ini menunjukkan bahwa semangat Ovan bukan hanya soal lokalitas, tapi juga soal koneksi. Tentang bagaimana suara dari Kalimantan bisa bersanding, bergaung, dan menyatu dengan talenta dari daerah lain untuk menyampaikan pesan yang lebih besar.

“Selagi kita masih menggunakan kuda besi, kita semua adalah Cowboyz Kota,” ucap Ovan, meminjam metafora motor sebagai simbol kebebasan dan pergerakan. Sebuah pernyataan yang membuka ruang interpretasi: bahwa di tengah kekacauan dan stagnasi kehidupan urban, masih ada cara untuk terus melaju, mencari arti.

Lewat “Cowboyz Kota”, Ovan tidak sedang menawarkan jawaban. Ia justru menantang pendengar untuk bertanya ulang tentang apa arti menjadi manusia modern, tentang bagaimana kita mengendarai hidup kita sendiri. Lagu ini bukan sekadar untuk mereka yang suka hip-hop, tapi untuk siapa saja yang merasa lelah dengan rutinitas dan sedang mencari pemantik untuk membuka mata dan pikiran.

Di dunia musik yang serba cepat dan instan, Ovan Anggono memilih untuk melambat sejenak. Menggali makna. Dan lewat itu, ia menciptakan sesuatu yang justru terasa lebih relevan dan berumur panjang. (*)

whatsapp-image-2025-06-10-at-111439-a2c780b3.jpg

Written, Music Produced & Mixed by  Octavian Kuntho Anggono 

Performed by Ovan Anggono 

Lead Guitar by  Jeri Rahmadani 

Mastered by  SNDSTR   

Recorded at Chosen One Records 

Youtube:  Ovan Anggono - COWBOYZ KOTA [Official Music Video] 

On All Stream:  https://lnk.to/ZYu7Xkka 

Instagram:  https://www.instagram.com/ovananggono/ 

Sinta Tegur Menteri Keuangan: Kaltim Kehilangan 70 Persen Dana Transfer Daerah
Sinta Tegur Menteri Keuangan: Kaltim Kehilangan 70 Persen Dana Transfer Daerah
GPEI Kaltim Usulkan Pergub untuk Budidaya Udang Windu Berbasis Silvofishery
GPEI Kaltim Usulkan Pergub untuk Budidaya Udang Windu Berbasis Silvofishery